Sulap Pucangsawit Jadi Kampung Asian Games

0
70
Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo bermain pingpong di sela kirab Kampung Asian Games di kawasan Pucangsawit, Jebres, Minggu (15/7). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Suasana di kawasan Kelurahan Pucangsawit, tepatnya di Jalan Ir. Juanda, Minggu (15/7) sore tampak sepi. Usut punya usut, jalan tersebut sengaja ditutup untuk persiapan kirab. Bukan kirab budaya seperti biasanya, melainkan menonjolkan nuansa olahraga.

Ya, kirab tersebut menandai pencanangan Pucangsawit sebagai Kampung Asian Games XVIII/2018. Diikuti ratusan warga, kirab dimulai dari Kantor Kelurahan Pucangsawit. Mereka mengenakan kostum bernuansa olahraga, seperti jersey tim sepak bola, pencak silat, taekwondo, balap sepeda, bulu tangkis, dll.

Kirab dimulai pukul 15.30 WIB. Rute yang diambil, dari kantor kalurahan, peserta berjalan ke arah timur. Sekitar 1 km, peserta kirab belok ke kanan masuk ke Gang Candi Sari. Di gang tersebut, sudah menanti Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, pejabat Pemkot Surakarta, hingga tokoh masyarakat.

Di gang itu pula, peserta disambut karya seni mural 3 D di tembok-tembok rumah warga. Menggambarkan aksi atlet-atlet  yang pernah mengharumkan nama Indonesia. Seperti Susi Susanti (bulu tangkis), Yayuk Basuki (tenis), Lalu Muhammad Zohri (sprinter), Richard Sambera (renang), dan juga mantan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno selaku tuan rumah Asian Games ke IV di Jakarta, 1962 silam.

Gambar mural 3D itu merupakan kreasi seniman se-Eks Karesidenan Surakarta. Untuk menggambar mural 3D tersebut, membutuhkan waktu yang cukup lama. Digambar pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas warga.

Rudy –sapaan F.X. Hadi Rudyatmo– mengaku ide pencanangan Kampung Asian Games muncul bukan tanpa alasan. Tujuan utamanya untuk menyhuntik motivasi kepada para atlet Indonesia di Asian Games. Mereka akan bertanding pada Agustus-September mendatang di Jakarta dan Palembang. Diharapkan semangat ini memberi mereka motivasi meraih gelar juara.

”Indonesia sebagai tuan rumah menjadi momen yang tepat untuk membuktikan ketangguhan para atlet Tanah Air. Terlebih Indonesia sudah sangat lama tidak menjadi tuan rumah Asian Games. Terhitung sejak 1962 silam. Dan saat itu, meski kondisi Indonesia belum stabil, namun Bung Karno dengan semangat menarik Asian Games IV di Indonesia. Untuk itu, di kondisi sekarang, kita harus mampu membuktikkan bahwa Indonesia mampu,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo. (dam/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here