Presiden Jokowi Resmikan Ruang Dakwah Baru di Lereng Lawu

0
180
Presiden Joko Widodo, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes MTA di Desa Pojok, Mojogedang, Karanganyar, Minggu (15/7). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir ke Bumi Intanpari kemarin, untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Desa Pojok, Mojogedang, Karanganyar.

Orang nomor satu di Indonesia tersebut mengucapkan selamat kepada MTA yang telah membangun pondok pesantrennya. Presiden berharap, dengan adanya pembangunan ponpes tersebut, bisa jadi misi besar MTA untuk membangun masyarakat yang baik lagi kedepannya.

”Dengan adanya pembangunan ponpes ini, semoga kelak MTA dapat memberikan kontribusi yang besar kepada bangsa dan negara ini,” ungkap Presiden Jokowi.

Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 WIB, disambut dengan pertunjukan seni karawitan dari warga MTA. Tampak bersama presiden, adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Alquran. Acara kemudian dilanjutkan laporan pimpinan MTA Ahmad Sukina dan sambutan Presiden Joko Widodo.

”Saya melihat ini adalah sebuah visi besar MTA, melihat ke depan. Memiliki visi besar dalam dakwah. Semoga ini menjadikan MTA memberikan kontribusi besar bagi negara dan rakyat Indonesia,” kata Jokowi.

Sementara itu Pimpinan Pusat MTA, Ahmad Sukina mengungkapkan pembangunan pondok pesantren ini akan dikonsep menjadi ruang yang ramah kepada lingkungan. Hal ini mengingat lokasi ponpes ini berada di kaki bukit Gunung Lawu.

”Semoga jadi ruang dakwah yang baik untuk masyarakat kedepannya. Pembangunan ponpes ini luasnya sekitar 10 hektar, dan menggunakan anggaran sebesar Rp 50 milliar,” kata Ahmad Sukina.

Tahap awal pembangunan ponpes ditargetkan selesai delapan bulan kedepan, diharapkan tahun ajaran 2019/2020, ponpes ini sudah bisa membuka angkatan pertamanya.

”Untuk tahun pertama, kami akan menerima 100 santri dalam tiga kelas. Mereka akan menempuh pendidikan selama enam tahun yang setara dengan jenjang SMP dan SMA,” kata Ahmad Sukina.

Selain melakukan peletakan batu pertama, Presiden Jokowi juga sekaligus meresmikan penggunaan Asrama Putri SMA MTA di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti. (rud/nik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here