Overpass Sempit, Warga Blokir Jalan Tol

0
188
Warga Dukuh Gunung Kranggan, Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono mengusung balok kayu untuk memblokir jalan tol, Sabtu (14/7). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Warga kembali menggelar demo terkait proyek Tol Trans Jawa yang melintas di kawasan Boyolali. Kali ini, demo dilakukan warga Dukuh Gunung Kranggan, Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono, Sabtu (14/7). Ratusan warga terlihat menbutup akses tol ruas Colomadu-Salatiga dengan sebatang pohon randu besar. Mereka menuntut pelebaran overpass yang merupakan akses satu-satunya bagi warga desa setempat.

Mujito, koordinator demo menjelaskan, aksi warga ini didasari kekecewaan mereka terhadap kontraktor. Mereka mengajukan dua tuntutan. Pertama pelebaran overpass yang hanya 3 meter menjadi 5 meter. Serta mengaspal bahu jalan yang hanya berupa pemadatan batu split.

”Dulu janji sebelum dibangun, overpass lebarnya 5 meter. Tapi kenyataannya hanya 3 meter saja. Jalan desa juga sama, lebarnya hanya 3 meter. Padahal dulu janjinya bahu jalan juga diaspal kanan dan kiri masing-masing 1 meter. Tapi nyatanya hanya dipadatkan pakai batu saja,” keluh Mujito kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kekecewaan warga memang beralasan. Sebab dahulu sebelum ada proyek tol, ada empat akses jalan menuju desa tersebut. Namun setelah ada tol, hanya dibuat satu jalan saja. Itu pun lebarnya hanya 3 meter.

”Kalau terkena hujan, pasti jalannya akan hancur berantakan. Lebar jalan yang hanya 3 meter sangat membahayakan warga. Karena di samping kanan dan kirinya jurang,” beber Mujito.

Mulyono, ketua RT setempat menegaskan, sebelum dimulai pengerjaan overpas, kontraktor berjanji akan memperlebar jalan dan jembatan. Warga berharap tuntutan mereka dipenuhi.

”Meskipun ini jalan desa, tapi merupakan penghubung antarkecamatan. Aktivitasnya warga sangat ramai. Kalau seperti ini dan terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang buruk, siapa yang akan bertanggungjawab? Selain itu kami juga meminta pembangunan persimpangan di selatan overpas diperbaiki, jangan seperti sekarang ini,” sambung Mulyono.

Menjawab pemintaan warga, Indra, perwakilan dari pelaksana pembangunan, PT Waskita mengaku tak bisa berbuat banyak dengan tuntuntan warga tersebut. Pihaknya pilih melempar tanggungjawab kepada PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola tol.

”Permintaan warga yang dilebarkan lima meter itu tidak disetujui PT JSN. Kami selaku PT Waskita tidak bisa menuruti permintaan warga,” terangnya mewakili pimpinan proyek, Patak.

Sementara itu, aksi demo ini berjalan damai. Selain memblokir tol ruas Colomnadu-Salatiga dengan kayu randu, warga juga memasang spanduk protes. Dipasang tepat di tengah overpass yang dipermasalahkan tersebut. (wid/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here