Serapan APBD 2017 di Klaten Masih Minim

Serapan APBD 2017 di Klaten Masih Minim

0
Rapat Koordinasi Pelaksana Kegiatan (Rakorlak) yang digelar di Pendapa Pemkab Klaten

KLATEN – Penyerapan anggaran belanja langsung APBD 2017 pada triwulan I dinilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tak efektif dan optimal. Mengingat capaian realisasi fisik baru mencapai 13 persen dari target yang telah ditetapkan yakni 25 persen, sehingga terjadi keterlambatan sebesar 12 persen.

Padahal alokasi belanja langsung APBD 2017 mencapai Rp 687,88 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk 2.870 kegiatan dan 771 program. Sehingga target serapan triwulan I dipatok 25 persen dari total anggaran belanja langsung tersebut.

“Memang masih sangat minim. Soalnya hanya separo dari target yang ditentukan Pemkab Klaten. Tak sesuai dengan target yang sudah ditetapkan dalam Dokumen Pelaksaanaan Anggaran (DPA) masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” papar Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Setda Klaten, Sigit Gatot Budiyanto usia rapat koordinasi pelaksanaan (Rakorlak) kegiatan di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (12/4).

Dijelaskan Sigit, salah satu penyebab serapan anggaran belanja langsung APBD 2017 masih minim, tak lain karena tertundanya pengukuhan OPD pada awal Januari lalu. Hal ini terjadi lantaran terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini di rumah dinasnya. Terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Klaten pada akhir Desember 2016.