Perbankan Gerilya Sasar Sektor Industri

Perbankan Gerilya Sasar Sektor Industri

0
Bank akan memberikan porsi KUR lebih besar untuk sektor industri, termasuk di bidang permebelan. ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO

SOLO – Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di sektor produksi terus ditingkatkan tahun ini sesuai instruksi pemerintah. Di Solo, realisasi penyaluran KUR di sektor produksi memang tergolong masih kecil dibanding sektor lain.

Pemimpin Kantor Cabang Utama BNI Solo Iwan Affandi mengungkapkan, hingga Maret tahun ini pihaknya sudah menyalurkan total KUR Rp 23,184 miliar untuk wilayah Solo dan Sragen. Realisasi penyaluran tersebut baru mencapai 17,7 persen dari target akhir tahun sebesar Rp 130 miliar.

Diakui dia, penyaluran KUR di Kota Bengawan dan sekitarnya masih banyak menyasar ke kalangan  pedagang atau UMKM. Porsinya sebesar 60 persen dari total KUR yang telah tersalurkan.

Namun demikian, BNI tetap akan masuk ke sektor industri pengolahan sesuai instruksi pemerintah pusat. Sejumlah industri yang cukup potensial untuk penyaluran KUR, seperti garmen, batik, pengolahan biji plastik, dan makanan.

“Kami tetap mengusahakan hingga akhir tahun (penyaluran) industri semakin menambah. Kalau data tahun lalu, porsi KUR hampir seimbang antara UMKM dengan industri . Harapannya industri besar juga akan terjamah. Karena memang kenyataannya Kota Solo sebagai pusat perdagangan dan UMKM,” jelas Iwan saat ditemui Jawa Pos Radar Solo kemarin (11/4).