Melihat Aktivitas Sekolah Inklusi di Daerah

Melihat Aktivitas Sekolah Inklusi di Daerah

0
Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 4 Wonogiri, kemarin.

WONOGIRI – Sekolah inklusi sudah jamak di perkotaan. Lalu, bagaimana penerapan sekolah yang mengakomodasi anak-anak berkebutuhan khusus ini di daerah?

Tidak banyak orang tahu tentang sekolah inklusi. Karena memang belum semua sekolah menerapkan ini. Sekolah inklusi sendiri adalah sekolah regular (biasa) yang menerima anak berkebutuhan khusus (ABK) dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan ABK melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Dari puluhan sekolah di Wonogiri, yang baru menerapkan ini adalah SMP Negeri 4 Wonogiri.

”Di sekolah ini ABK mendapat pelayanan pendidikan dari guru pembimbing khusus berserta sarana dan prasarananya. Prinsip mendasar dari pendidikan inklusi adalah selama memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka,” kata Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri Sukiman.

Secara kasat mata, bangunan sekolah SMP Negeri 4 Wonogiri ini tampak seperti bangunan sekolah lainnya. Halaman depan begitu luas, ditambah halaman di dalam area sekolah yang difungsikan untuk sarana olah raga. Bangunan sekolah inklusi ini memang didesain khusus untuk menunjang siswa yang berkebutuhan khusus.