Keluarga Korban Perampokan di Grogol Minta Pelaku Dihukum Berat

Keluarga Korban Perampokan di Grogol Minta Pelaku Dihukum Berat

0
Pelaku Teguh Riyanto dan Bagas Tri Angga saat berada di Mapolres Sukoharjo kemarin. RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO

SUKOHARJO – Pelaku perampokan janda pensiunan PNS, Sunarmi, 67, warga Dukuh Ngenden, Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo diduga dalam kondisi mabuk saat beraksi. Mereka mengaku tak berniat membunuh korban. Lantaran korban terbangun mereka lalu membekapnya hingga tewas.

Pelaku Teguh Riyanto, 38, Dukuh Pondongan, Desa Banaran, Grogol saat ditemui di Polres Sukoharjo kemarin mengaku dirinya dalam keadaan mabuk saat beraksi. ”Saya hanya diajak oleh Sariyanto 40, warga Dukuh Ngenden RT 1 RW 9, Desa Banaran, Grogol,” papar dia, kemarin.

Teguh mengaku saat itu sedang mabuk dengan adik iparnya Bagas Tri Angga, 24, warga Kampung Begalon RT 4 RW 4, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo. Ketika mereka berdua mabuk datang Sariyanto yang menyuruh untuk beraksi di rumah korban Sunarmi, 67.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Dwi Haryadi menambahkan, pihaknya sengaja memisahkan sel ketiga tersangka perampokan di Dukuh Ngenden, Desa Banaran tersebut. Sebab, sampai saat ini ketiganya masih tidak sinkron dalam memberikan keterangan. Dikhawatirkan bila dijadikan satu sel mereka bisa berkoordinasi. ”Tetap di tahan di Polres Sukoharjo, tapi selnya di pisah,” papar Dwi.