Harga Tembakau Dimainkan Tengkulak

Harga Tembakau Dimainkan Tengkulak

0
ILUSTRASI

BOYOLALI – Mata rantai pasar tembakau yang terlalu panjang, membikin petani kesulitan. Belum lagi harga jual tembakau yang sering dimaikan pengepul atau broker gudang. Saat harga tinggi, broker berujar harganya rendah. Nah saat harga rendah, broker bakal cari cara agar harga tembakau dari petani bisa lebih rendah lagi.

Dari sini, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.melakukan intervensi pasar. Memproteksi petani tembakau yang selama ini menjadi pihak yang paling dirugikan dalam tata niaga tembakau.

”Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong adanya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tembakau. Rencnanya akan dibangun di Boyolali,” kata Sekjen APTI Jateng, Syukur Fahrudin kepada Radar Boyolali, kemarin (11/4).

Diakui APTI, selama ini mata rantai tata niaga tembakau dari petani ke pengusaha atau pabrik terlalu panjang. Kalau dihitung, petani hanya mendapatkan 7 persen saja. Paling besar keuntungannya justru di tengkulak dan pengepul, yakni mencapai 25 persen.