Susunan Perdes di Boyolali Dinilai Dilematis

Susunan Perdes di Boyolali Dinilai Dilematis

0
Pelantikan perangkat Desa Tempursari, guna memaksimalkan pelayanan masyarakat, kemarin. TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI

BOYOLALI – Susunan Organisasi Perangkat Desa (OPD) baru berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Boyolali memunculkan dilema. Disatu sisi bisa memaksimalkan kinerja perangkat desa (perdes), tapi di sisi lain pelayanan masyarakat dinilai kurang maksimal.

Kepala Desa (Kades) Tempursari, Kecamatan Sambi, Panut mengatakan, Desa Tempursari menjadi desa pertama di kecamatan Sambi yang melakukan pelantikan perangkat desa yang baru. Perangkat yang baru dilantik itu terdiri dari dua kaur, dua kasi dan tiga kadus.

“Komposisi ideal seharusnya empat kadus, agar pelayanan administrasi warga optimal,” papar Panut, kemarin.

Dijelaskan Panut ketika harus mengangkat satu orang kadus lagi, akan mengurangi besaran tunjangan penghasilan bagi Perdes. Kondisi berbeda bagi desa-desa dengan pendapatan asli desa (PAD) yang tinggi. Saat ini penghasilan perangkat desa sesuai ketentuan hanya Rp 1,705 juta ditambah tunjangan sesuai persentase pembagian. Penghasilan ini jika disandingkan dengan biaya sosial perangkat di masyarakat setempat terhitung masih minim. Sehingga tambahan tunjangan penghasilan jika masih harus dibagi tentu akan memberatkan para perangkat.