Indikasi Penyimpangan BLM di Karanganyar, Potensi Kerugian Capai Rp 1,3 M

Indikasi Penyimpangan BLM di Karanganyar, Potensi Kerugian Capai Rp 1,3 M

0
ILUSTRASI

KARANGANYAR – Pencairan dana bantuan langsung masyarakat (BLM) di salah satu desa di Kecamatan Jatipuro dibidik Polda Jateng. Ada indikasi penyimpangan yang dilakukan sebagian oknum kepala dusun (kadus) dan berpotensi merugikan negara sekitar Rp 1,3 miliar.

Potensi korupsi tersebut tercium setelah adanya laporan warga ke Polda Jateng tahun lalu. Sumber Jawa Pos Radar Karanganyar menuturkan, pemeriksaan para saksi sudah dilakukan sejak awal pekan lalu. Sedikitnya ada 14 orang diperiksa untuk mengetahui mekanisme pencairan BLM.

“Iya awalnya dulu ada laporan dari masyarakat. Tahapannya masih dalam penyelidikan. Beberapa saksi sudah diperiksa,” ujar sumber tersebut, Minggu (9/4).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Karanganyar, dana BLM berasal dari pengajuan masyarakat kepada DPRD Karanganyar. Setelah itu diteruskan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait selanjutnya dicairkan ketika mendapat persetujuan.

Namun, ketika dicairkan, BLM yang seharusnya diberikan kepada warga miskin di sejumlah desa di Kecamatan Jatipuro, diduga malah diselewengkan.