Baru 11 Persen Produk Kreatif Terdaftar HAKI

Baru 11 Persen Produk Kreatif Terdaftar HAKI

0
Bekraf mendorong para pelaku ekonomi kreatif menyadari hak dan kekayaan itelektual. NOVITA RAHMAWATI/RADAR SOLO

SOLO – Punya jiwa kreatif, namun masih minim kesadaran soal pentingnya hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Hal itu merupakan gambaran para pelaku ekonomi kreatif saat ini.

Pasalnya berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 diketahui, baru 11 persen pelaku ekonomi kreatif yang mendaftarkan karyanya sebagai HAKI. Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema menyatakan, pihaknya melakukan survei setiap empat tahun sekali.

”Banyak persoalan yang membuat para pelaku ekonomi kreatif ini tidak mendaftarkan pada HAKI. Di antaranya kurang pemahaman, proses yang masih lambat, hingga biaya,” ucapnya dalam Bekraf Developer Day Solo 2017 yang dilaksanakan di salah satu hotel di Solo.

Namun, lanjut Ari, hal yang paling pokok adalah para pelaku ekonomi kreatif yang masih bersifat menunda-nunda dan kurang menyadari pentingnya HAKI. Padahal ketika nanti hasil karyanya didahului orang lain yang didaftarkan pada HAKI, maka si pembuat terdahulu akan kalah.