Realisasi Proyek Fisik di Solo Mengecewakan

Realisasi Proyek Fisik di Solo Mengecewakan

0
Pembangunan jembatan Tirtonadi urung dilakukan.

SOLO – Pelaksanaan proyek infrastruktur sepanjang 2016 sangat membuat kecewa. Kurang matangnya perencanaan dan ketidakcermatan organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi biang keladi keterlambatan hingga kegagalan proyek.

Nada kecewa diungkapkan kalangan DPRD saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Surakarta 2016. Wakil Ketua Komisi II DPRD Surakarta Supriyanto menilai, hampir di semua bidang yang menjadi counterpart komisi II tidak melakukan perencanaan matang. Seperti halnya di bidang pekerjaan umum, penataan ruang, perencanaan pembangunan, perumahan, lingkungan hidup, serta kebersihan dan pertamanan. Bahkan, dalam LKPJ ada bidang yang hanya terealisasi 57 persen.

”Untuk urusan penataan ruang pada 2016 hanya terealisasi 57 persen. Ini sangat disayangkan. Apalagi saat ini banyak perencanaan yang tidak akurat dan kurang matang. Dan, sayangnya beberapa kegiatan yang dianggarkan tidak dapat terlaksana,” ucap Supri kepada wartawan kemarin (30/3).

Sejumlah proyek yang hingga akhir tahun tidak bisa terlaksana, di antaranya pembangunan underpass Viaduk Gilingan dan jembatan Tirtonadi. Kedua proyek dengan anggaran dari pusat ini terpaksa batal karena berbagai macam kendala. Masih ada lagi proyek yang hingga kini belum bisa dilihat hasilnya, seperti penataan koridor Jalan Adi Sumarmo, pembuatan tugu batas kota, peningkatan Jalan Pakel, dan pembuatan tugu batas kota di kawasan skip Jalan Kolonel Sugiyono.