Pedagang Pasar Babadan Klaten Diminta Angkat Kaki

Pedagang Pasar Babadan Klaten Diminta Angkat Kaki

0
Ratusan pedagang Pasar Babadan di PN Klaten kemarin (30/3). ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN

KLATEN – Sedikitnya 50 pedagang pasar tradisional Babadan Desa Teloyo bisa kehilangan kiosnya. Mereka dan kepala desa setempat Soedarto digugat pemilik lahan pasar yang terletak di Kecamatan Wonosari tersebut. Sidang perdana digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Kamis (30/3). Ratusan pedagang lainnya ikut memberikan dukungan moral.

“Kami ke sini sebagai wujud solidaritas. Seharusnya yang digugat itu desa, bukannya kami. Karena pasar itu yang membuat desa, bukan pedagang,” tandas koordinator lapangan (korlap) Purwanto.

Total lahan yang digugat sekitar 4.200 meter persegi. Rinciannya, seluas 2.500 meter persegi dimiliki Slamet Siswodiharjo, sedangkan yang 1.700 merupakan milik Suratno.

Menurut Purwanto, Pasar Teloyo dibangun setelah proses tukar guling lahan sawah milik Slamet Siswodiharjo dan Dasiman Kartodikoro yang kemudian hari dijual kepada Suratno. Lantas, lahan sawah keduanya ditukar dengan lahan sawah kas desa dengan luas sama pada 1968.

Sebab itu, Purwanto mempertanyakan gugatan yang dilayangkan kepada pedagang, karena proses tukar guling merupakan kewenangan pemerintah Desa Teloyo. “Apalagi selama ini pedagang juga rutin membayar retribusi, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Harapan kami, pasar tetap difungsikan menjadi pasar. Jadi pedagang bisa tenteram dan nyaman mencari rezeki,” urainya.