Silang Pendapat Pemindahan Pintu Air Demangan

Silang Pendapat Pemindahan Pintu Air Demangan

0
Pintu air Demangan sudah tak memadai untuk mengantisipasi luapan air atau banjir. DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO

SOLO – Pemkot dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berbeda pendapat soal pemindahan pintu air Demangan. Rencana lama pemkot yang ingin menggeser pintu air ke arah hilir Kali Pepe ditolak BBWSBS. Pasalnya, BBWSBS justru berniat membangun baru.

Sebenarnya, kedua belah pihak sepakat bahwa keberadaan pintu air tersebut mempengaruhi debit air sehingga kerap dituding sebagai penyebab banjir. Mereka juga sepakat bahwa posisi pintu semestinya lebih ke hilir atau mendekati Sungai Bengawan Solo. Namun, bagi BBWSBS pintu air Demangan tidak bisa serta merta dibongkar atau dipindahkan.

“Pintu air Demangan itu tergolong heritage. Jadi, tidak boleh dibongkar,” terang Kepala BBWSBS Yudi Pratondo kepada wartawan Selasa (28/3).

Dengan alasan itu BBWSBS memilih untuk membiarkan keberadaan pintu air yang dibangun pada zaman kependudukan Belanda tersebut. Sebagai solusi, Yudi ingin membangun baru di sisi hilir guna mengantisipasi luapan Sungai Bengawan Solo maupun aliran deras yang kerap muncul dari Kali Pepe. Opsi tersebut dianggap paling realistis. Di satu sisi, dampak banjir sedikit berkurang dengan adanya pintu air baru. Di sisi lain, keberadaan bangunan cagar budaya juga tidak terganggu.