Warga Solo Harap Sabar, Proyek Pencegahan Banjir Alami Kendala

Warga Solo Harap Sabar, Proyek Pencegahan Banjir Alami Kendala

0
Parapet Sungai Bengawan Solo yang melintasi belakang Taman Satwa Taru Jurug. DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO

SOLO – Warga Kota Bengawan yang mendamba bebas banjir, harus lebih lapang dada. Sebab, proyek pencegahan banjir kurang mulus. Tiga paket yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sejak pertengahan 2016 baru rampung 15 persen.

“Ada tiga paket yang kita kerjakan. Rata-rata baru 15 persen karena banyak faktor nonteknis yang harus diselesaikan. Kita juga menunggu pemkot menyelesaikan bangunan yang menjorok ke sungai dan beberapa lahan yang masih bermasalah,” beber Kuasa Pengguna Anggaran Pelaksana Jaringan Sumber Air BBWSBS Untoro Kurniawan, Kamis (23/3).

Tiga paket tersebut yakni manteling Kali Pepe dari belakang Terminal Tirtonadi hingga Hotel Pose In, paket kedua pembangunan parapet Bengawan Solo dari Semanggi hingga Jurug. Terakhir adalah pembuatan bendung karet di kali Gajah Putih depan terminal Tirtonadi.

“Kendalanya yang di paket satu masih ada rumah dan bangunan yang menjorok ke sungai. Proyek harus kita lompati dan kerjakan yang lahan bebas dulu. Di paket dua juga sama, sedangkan paket tiga menunggu relokasi. Itu menjadi kendala sendiri,” imbuhnya.

Faktor cuaca juga menjadi penyebab terhambatnya proyek tersebut. Untoro memperkirakan progres pekerjaan meningkat pada April mendatang. Sampai akhir 2017, BBWSBS memperkirakan 60 hingga 70 persen terselesaikan.