Miris, Gaji Honorer K2 Seperempat UMK

Miris, Gaji Honorer K2 Seperempat UMK

0
Perwakilan honorer K2 berkeluh kesah atas status mereka.

SOLO –  Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami tenaga honorer kategori 2 (K2). Tak hanya status yang tak pasti, mereka pun harus menelan pil pahit karena mendapat gaji yang jauh dari upah minimum kota (UMK).

Para tenaga honorer K2 di Solo ini mengadukan nasib ke DPRD Surakarta kemarin (23/3). Di hadapan komisi I DPRD, perwakilan honorer K2 Sri Subekti meminta para anggota legislatif turut serta memikirkan nasib tenaga honorer K2 yang jumlahnya mencapai 509 orang. Terutama terkait nasib mereka yang mendapatkan upah jauh di bawah UMK.

”Rencananya kami tadi ingin bertemu komisi IV, tapi karena berhalangan akhirnya aspirasi kami ditampung oleh komisi I,” ucap Sri kepada wartawan kemarin.

Selama ini pendapatan para guru honorer juga jauh dari kata layak. Sebab, mereka hanya mendapat penghasilan dari tunjangan fungsional dan upah dari sekolah masing-masing. ”Kalau tenaga fungsional tergantung dengan jam mengajar, jumlahnya pun tidak banyak. Apalagi untuk upah dari sekolah, disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Paling-paling penghasilan kami Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu saja,” ujar Sri.

Lebih lanjut diungkapkan Sri, selama ini hanya Kota Solo yang tidak memberikan kejelasan bagi tenaga honorer K2. Di samping itu, hanya honorer K2 di Solo yang diminta memilih ingin tetap K2 atau menjadi tenaga kontrak perjanjian kerja (TKPK). Kondisi ini, kata dia, berbeda dibandingkan daerah lain. Di mana, honorer K2 di luar Solo sudah mendapat upah sesuai UMK di masing-masing daerah serta tetap memiliki dua status.