Tanggul Kedung Uling Terancam Ambrol, Ratusan KK Terancam

Tanggul Kedung Uling Terancam Ambrol, Ratusan KK Terancam

0
Petugas BPBD Wonogiri mengecek rekahan di Bendung Kedung Uling di Eromoko untuk memastikan kondisi lapangan.

WONOGIRI – Kondisi tanggul Bendung Kedung Uling di Desa Ngunggahan, Kecamatan Eromoko, kian parah. Hasil pengecekan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menemukan rerahan sepanjang 185 meter dengan lebar bervariasi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri Bambang Haryanto setelah menerima laporan adanya rekahan tanggul Kedung Uling langsung menerjunkan personel untuk mengecek lokasi, Selasa lalu (21/3). Retakan tersebut ternyata telah terjadi sejak Januari lalu.

“Bangunan waduk merupakan aset Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS). Panjang tanggul sisi timur 300 meter, lebar puncak tanggul 3 meter,” kata Bambang, Rabu kemarin (22/3).

Menurut Bambang, posisi kerusakan keretakan dengan panjang 185 meter, sedangkan lebar retakan bervariasi antara 5 sampai 10 cm. Selain itu juga terjadi penurunan tanah mencapai antara 5 sampai 15 cm.  “Dari hasil pengecekan juga terlihat rembesan minor pada kaki bangunan waduk,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Bambang bahwa luas area layanan irigasi waduk mencapai 400 hektare, sedangkan area pertanian yang terancam setidaknya terdapat 25 hektare. Kemudian, sejumlah desa juga terancam dampak dari retakan bangunan bendung ini.