Lebih Dekat dengan Komarudin, Perajin Miniatur Berbahan Bambu Apus

Lebih Dekat dengan Komarudin, Perajin Miniatur Berbahan Bambu Apus

0
Komarudin dengan kerajinan miniatur berbahan bambu apus. ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN

KLATEN – Komarudin, 35, bisa jadi satu-satunya warga Dusuk Sidomuluk, Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang yang menggeluti kerajinan miniatur berbagai alat transportasi dan infrastruktur. Lantas bagaimana awalnya Komarudin menggeluti kerajinan tersebut?

Kerajinan miniatur berbentuk alat berat atau yang sering dikenal dengan backhoe menjadi perhatian banyak orang. Tapi siapa sangka kerajinan miniatur tersebut menggunakan bahan baku dari tanaman bambu apus.

Pencipta kerajinan itu adalah Komarudin, 35, warga Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang. Ada sejumlah kerajinan miniatur lain yang berhasil dibuat Komarudin, seperti mobil-mobilan, rumah-rumahan, masjid hingga menara Eiffel yang selama ini jadi ikon Kota Paris, Perancis.

Ide membuat kerajinan miniatur berbahan bambu apus, muncul untuk mengisi waktu luang dari pekerjaan utamanya. Dalam kesehariannya, Komarudin bekerja sebagai penambang manual di lereng Merapi. Namun, pekerjaan utamanya hanya dilakukan selama tiga kali dalam seminggu. Karena bergantian dengan tetangga lainnya yang melakukan profesi serupa.

“Kebetulan bahan baku berupa bambu apus cukup banyak di Desa Tlogowatu. Kemudian iseng-iseng saya membuat kerajinan miniatur itu. Kerajinan ini saya kerjakan menggunakan alat-alat sederhana. Seperti gergaji dan pisau untuk memotong serta menghaluskan bagian batang bambu,” papar Komarudin saat ditemui Jawa Pos Radar Klaten, Rabu (22/3).

Diakuinya, pembuatan kerajinan dari bambu apus hanya sebagai sampingan. Pasalnya, baru dikerjakan sambil lalu saat tak bekerja sebagai penambang manual. Meski begitu, ada keinginan untuk bisa menekuni kerajinan miniatur berbahahan bambu apus secara total.