Sempat Ricuh, Go-Jek vs Taksi Damai di Kantin

Sempat Ricuh, Go-Jek vs Taksi Damai di Kantin

0
Driver Go-Jek dan sopir taksi bersitegang di depan kantor balai kota kemarin. DAMIANUS BRAM/RASO

SOLO – Belum genap sehari menjabat kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hadi Wibowo langsung berhadapan dengan massa driver Go-Jek dan taksi yang sempat bersitegang. Gerak cepat kepolisian dan dinas perhubungan bisa mencegah keributan melebar.

Ketegangan di depan balai kota dipicu kejadian di kawasan rel bengkong Purwosari sekitar pukul 09.15. Pagi itu, driver Go-Jek menunggu penumpang di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi, sedangkan pengemudi taksi seperti biasa mangkal di sisi utara jalan.

Diduga tidak terima dengan kehadiran driver Go-Jek, sejumlah pengemudi taksi mendatangi mereka. “Ada yang melempar taksi kami dengan batu. Saya pastikan itu (driver, Red) gojek,” tegas perwakilan sopir taksi R.Tomi.

Menurut Tomi, pihaknya hanya melakukan pengusiran terhadap pengemudi ojek online. Alasannya, sejak ojek online ikut mangkal di sekitar Stasiun Purwosari, omset sopir taksi turun hingga 70 persen. “Mereka kan menerima orderan via online, kenapa sekarang malah pada mangkal di sini (sekitar Stasiun Purwosari, Red). Kita tanya mereka sebelumnya, tapi alasannya hanya nongkrong sambil menunggu orderan,” bebernya.

Setelah diusir oleh sopir taksi, driver Go-Jek melapor ke mapolresta Surakarta karena merasa telah diintimidasi sopir taksi. “Waktu mengusir, tidak punya perikemanusiaan. Ada yang mengusir tadi bawa linggis sama balok kayu. Karena panik dan takut, kami semua langsung kabur,” ujar Stevanus Febrianto, salah seorang driver Go- Jek.

Selain diusir, lanjut Febrianto, satu unit sepeda motor matic nomor polisi AD 4333 NZ milik rekannya dirusak yang diduga dilakukan massa sopir taksi.