Kebahagiaan Pedagang Cilok dapat Bantuan Rehab RTLH

Kebahagiaan Pedagang Cilok dapat Bantuan Rehab RTLH

0
Suminto bersama istri dan anaknya di depan rumahnya. ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN

KLATEN – Nasib seseorang tak ada yang bisa menduga. Seperti yang dialami Suminto, 47, penjual Cilok keliling yang dapat bantuan rehab rumah dari Pemerintah Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara. Rumahnya masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Berikut kisahnya.

Pagi itu Suminto, 47, warga Dusun Tegalsari, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara sedang mengaduk material bangunan untuk merehab rumahnya. Dirinya tak sendiri, tapi dibantu sejumlah relawan yang merupakan tetangganya untuk memperbaiki rumahnya yang hanya beralaskan tanah dan beratapkan genting dan terpal.

Selama masa merehab rumahnya, ia bersama istrinya Sri Mubaiti, 43, dan keempat anaknya tinggal di sisi belakang rumah. Rumah Suminto sebelum di rehab hanya memiliki ukuran 4,5 meter x 8 meter yang dibangun secara mandiri pada 2009 secara bertahap. Bahkan material yang digunakan seperti batu dan pasir diperolehnya dengan mencari di sungai.

“Setiap hari saya hanya jualan cilok keliling ke sekolah-sekolah dengan penghasilan rata-rata Rp 30 ribu. Jadi saya rasa sangat kurang jika untuk memenuhui kebutuhan sehari-hari keluarga. Termasuk membiayai sekolah anak-anak. Padahal hanya saya yang bekerja, sedangkan istri hanya membantu menyiapkan Cilok serta merawat anak-anak,” terang Suminto saat ditemui di rumahnya, Rabu (15/3).

Diceritakan, rumah yang dibangunnya sempat mengalami kerusakan pada 2014 karena tertimpa pohon. Peristiwa itu membuat genting rumahnya rusak dan berlubang. Kondisi itu membuat rumah Suminto sering bocor saat hujan. Mau tak mau dirinya bersama keluarganya harus menyiapkan ember agar tak membasahi rumah.