Pemkab Sragen Petakan Zona Kemiskinan

Pemkab Sragen Petakan Zona Kemiskinan

0
Salah satu potret keluarga miskin di Kabupaten Sragen. AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN

SRAGEN – Pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sragen menjadi salah satu tugas yang harus dicapai pemerintah daerah. Salah satunya mengupayakan kawasan yang jadi kantong kemiskinan makin tumbuh dan berkembang. Salah satu permasalahan terbesar di Sragen yakni mental miskin yang tak kunjung rampung.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah yang masih bisa diangkat dari zona kemiskinan. Seperti di kawasan Sumberlawang, Mondokan, Plupuh dan Jenar. ”Kita menyusun renstra, kita petakan segmentasi penyetor angka kemiskinan paling besar,” ujarnya kemarin (12/3).

Menurut Dedy seandainya ada industri di kawasan Sumberlawang-Mondokan yang mampu menyerap 20 ribu tenaga kerja. Sehingga dalam sebulan misalnya dengan gaji minimal, maka akan terjadi perputaran uang sampai Rp 20 miliar dalam sebulan. ”Jika itu tercapai akan mendongkrak kantong kemiskinan tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, kawasan Plupuh yang kurang repersentatif untuk perumahan maupun terminal. Dirinya mengupayakan bekerja sama dengan pihak UNS agar dapat membangun kampus di kawasan Plupuh. ”Untuk Plupuh, memang sulit untuk diapa-apain. Bahkan untuk izin kita bangun terminal di kawasan itu tak bisa. Kita upayakan agar kedepan UNS bisa membangun kampus di kawasan tersebut,” harapnya.

Dedy mengakui untuk pengentasan kemiskinan anggarannya masih terpecah di beberapa sektor. Namun dia menegaskan ada kenaikan APBD untuk pengentasan kemiskinan. ”Lebih dari 20 persen, jumlahnya mencapai puluhan miliar,” terangnya.